Kampar (bersinarnews.com) – Keberadaan situs peninggalan bersejarah di lingkungan UPT SD Negeri 008 Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau mulai mendapat perhatian pihak sekolah. Situs yang diduga merupakan peninggalan masa kolonial Belanda itu dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya di daerah tersebut.
Kepala UPT SD Negeri 008 Salo Timur, Lusi Susanti, M.Pd mengatakan kepada awak media Bersinarnews.com selama hampir dua tahun bertugas di sekolah tersebut dirinya mengetahui adanya monumen serta sisa bangunan yang diduga merupakan bagian dari situs bersejarah peninggalan masa lampau.
“Selama kurang lebih hampir dua tahun saya bertugas di sini, ternyata ada satu peninggalan bersejarah ataupun situs budaya yang terdapat di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang saya ketahui, situs ini bukan hanya sekadar monumen, tetapi juga masih terdapat beberapa tapak bangunan seperti sel-sel penjara lama,” ujarnya.
Menurutnya, situs tersebut juga mendapat perhatian dari komunitas maupun pengelola yang berasal dari Belanda. Bahkan, selama ini telah ada komunikasi dan interaksi dengan pihak pengelola terkait keberadaan situs budaya tersebut.
Namun demikian, ia menyayangkan masih minimnya perhatian dan kerja sama dari pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan situs sejarah tersebut sebagai objek wisata budaya.
“Kami berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik antara pemerintah Kabupaten Kampar dengan Dinas Pariwisata terkait pengelolaan situs budaya ini.
Mudah-mudahan keberadaan situs ini bisa mengangkat nama sekolah, desa, hingga Kabupaten Kampar,” katanya.
Lusi Susanti, M.Pd berencana melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar nantinya dapat diteruskan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar untuk membahas pengembangan kawasan tersebut.
Selain itu, sekolah juga berharap adanya dukungan berupa pembangunan pagar atau penataan kawasan monumen agar lebih representatif dan mampu menjadi daya tarik wisatawan, termasuk wisatawan asing.
“Sudah ada sedikit bantuan dari komunitas Belanda untuk menjaga kebersihan area situs, namun kami berharap pemerintah juga dapat memberikan perhatian lebih, misalnya dengan pembangunan pagar atau penataan monumen sehingga lebih menarik,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah terus mengedukasi para siswa untuk menjaga dan merawat situs budaya yang ada di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembelajaran sejarah dan pelestarian budaya sejak dini.
Dengan potensi sejarah yang dimiliki, situs peninggalan di SDN 008 Salo Timur diharapkan tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga mampu berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.(Rais)


















