Pekanbaru (bersinarnews.com) – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Riau menggelar kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying kepada peserta didik sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai-nilai bela negara sejak usia dini.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Cylsia Salsa Maulida (NIM 230302010), Chairul Amrin Pane (NIM 230302020), Aldo Azhar Dinata (NIM 230302034), Faiz Luqman (NIM 230302011), Sabrina Maharani (NIM 230302035), dan Melina Lorenza (NIM 230302030). Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk menyakiti orang lain, baik dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Perilaku tersebut dapat memberikan dampak negatif yang serius bagi korban, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, hingga menurunnya prestasi belajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memberikan edukasi mengenai bahaya bullying, mahasiswa juga mengaitkan materi dengan nilai-nilai bela negara. Mereka menegaskan bahwa menjaga lingkungan sekolah yang harmonis dan menghormati sesama merupakan bagian dari implementasi bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
“Bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di bidang pertahanan, tetapi juga melalui sikap saling menghargai, menjaga persatuan, membantu teman yang mengalami kesulitan, serta menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan,” jelas salah seorang pemateri.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun pengalaman terkait perundungan yang pernah mereka temui di lingkungan sekolah maupun media sosial.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban atau menyaksikan tindakan bullying. Mereka diimbau untuk tidak takut melapor kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang agar permasalahan dapat segera ditangani dengan baik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa berharap peserta didik mampu menjadi generasi yang memiliki kepedulian sosial tinggi, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas perundungan.
Dengan penanaman semangat anti-bullying dan nilai bela negara sejak dini, diharapkan lahir generasi muda yang berkarakter kuat, berintegritas, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan beradab. (Rais).



















