Pekanbaru (bersinarnews.com)– Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Negeri 37 Pekanbaru berlangsung sukses dan penuh semangat. Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Unggul dalam Prestasi, Kokoh dalam Karakter” ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan diikuti sebanyak 294 peserta didik baru yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar (rombel).
Kepala SMP Negeri 37 Pekanbaru, Febri Suzanni, S.Pd, kepada Bersinarnews.com menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian MPLS Ramah Tahun 2026 berjalan lancar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 37 Pekanbaru berjalan dengan lancar dan sesuai dengan peraturan MPLS Ramah Tahun 2026. Anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, ceria, dan antusias,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Febri, konsep MPLS Ramah dirancang agar peserta didik baru merasa nyaman dan bahagia saat memasuki lingkungan sekolah. Berbagai kegiatan positif dilaksanakan sejak pagi hari untuk membangun suasana yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antara siswa dengan warga sekolah.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenal lingkungan sekolah, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, hingga teman-teman baru mereka. Kami ingin hari-hari pertama mereka di SMP menjadi pengalaman yang menyenangkan,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan MPLS. Antusiasme para orang tua terlihat sejak awal dengan memberikan semangat kepada putra-putri mereka untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam MPLS Ramah tersebut, pihak sekolah juga memperkenalkan visi sekolah sekaligus menanamkan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Selain itu, pendidikan karakter diperkuat melalui sosialisasi tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, terutama dengan mengedepankan gerakan anti bullying.
“Kami terus menanamkan kepada seluruh peserta didik agar saling menghargai dan tidak melakukan perundungan. Hal ini sangat penting karena di sekolah kami juga terdapat peserta didik berkebutuhan khusus (ABK), baik yang masuk melalui jalur mutasi maupun jalur domisili,” jelasnya.
Tahun ajaran ini, SMP Negeri 37 Pekanbaru menerima empat peserta didik berkebutuhan khusus, terdiri dari satu siswa melalui jalur mutasi dan tiga siswa melalui jalur domisili. Menurut Febri, seluruh siswa tersebut mampu berbaur dengan baik bersama teman-temannya selama kegiatan MPLS.
“Mereka aktif, percaya diri, bahkan berani tampil di depan teman-temannya. Kami memberikan apresiasi kepada peserta terbaik dan gugus terbaik, sehingga seluruh siswa semakin termotivasi mengikuti kegiatan,” ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada penguatan karakter, SMP Negeri 37 Pekanbaru juga mengintegrasikan program Green School dalam pelaksanaan MPLS. Melalui program ‘Satu Siswa Satu Polybag’, setiap peserta didik membawa tanaman, termasuk tanaman apotik hidup, untuk ditanam dan dirawat bersama kelompoknya.
“Setiap gugus membentuk kebun kecil masing-masing. Tanaman tersebut akan terus dirawat hingga mereka naik ke jenjang berikutnya. Program ini bertujuan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak hari pertama mereka bersekolah,” terang Febri.
Di akhir kegiatan, ia menegaskan komitmen seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 37 Pekanbaru untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada seluruh peserta didik.
“Anak-anak ini adalah titipan orang tua. Karena itu kami berkomitmen memberikan pendidikan dengan penuh kasih sayang, baik dalam penguasaan ilmu pengetahuan maupun pembentukan karakter. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta mampu mengharumkan nama sekolah. Tentu keberhasilan itu juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua,” tutupnya.(Jef/R)


















