Pekanbaru (bersinarnews.com) – SD Negeri 67 Pekanbaru berhasil lolos seleksi Program Sahabat Sekolah Dasar Tahun 2026 dan menjadi salah satu perwakilan Provinsi Riau yang melaju ke tingkat nasional.
Kepala SD Negeri 67 Pekanbaru, Liza Lestari, S.Pd., mengatakan kepada Awak Media Bersinarnews.com Program Sahabat Sekolah Dasar merupakan program yang dilaksanakan setiap tahun untuk mendorong terciptanya lingkungan dan budaya sekolah yang aman serta nyaman bagi peserta didik.
Menurutnya, program tahun 2026 mengangkat tema “Rukun Sama Teman dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.” Program tersebut sekaligus menjadi wadah bagi sekolah untuk mengimplementasikan nilai-nilai positif dalam pembentukan karakter peserta didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program Sahabat Sekolah Dasar setiap tahun diadakan untuk menciptakan lingkungan budaya sekolah yang aman dan nyaman untuk belajar anak. Selain itu, bagaimana implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat diterapkan di lingkungan sekolah,” ujar Liza kepada Bersinarnews.com.
Liza menjelaskan, proses seleksi Program Sahabat Sekolah Dasar 2026 dilakukan melalui dua tahapan. Pada tahap pertama, sekolah peserta diminta mengirimkan video berdurasi maksimal lima menit yang menampilkan program sekolah berkaitan dengan implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta penerapan budaya rukun dengan teman.
Dari sekitar 3.704 sekolah di seluruh Indonesia yang mengikuti seleksi, sebanyak 372 sekolah dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.
Untuk Provinsi Riau, terdapat 10 sekolah yang berhasil lolos seleksi tahap pertama. Dari jumlah tersebut, SD Negeri 67 Pekanbaru menjadi satu-satunya sekolah dari Kota Pekanbaru yang berhasil melaju, sementara sembilan sekolah lainnya berasal dari kabupaten lain di Riau.
Seleksi kemudian berlanjut ke tahap kedua yang dilaksanakan pada Juli 2026. Pada tahapan ini, sekolah diminta memaparkan program yang telah dilaksanakan terkait 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan tema “Rukun Sama Teman.”
“Pada seleksi tahap kedua, kami memaparkan program sekolah selama kurang lebih 10 menit di hadapan pihak Kemendikdasmen, kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara sekitar 30 menit,” jelasnya.
Menariknya, proses seleksi tahap kedua tersebut berlangsung ketika sekolah sedang dalam masa libur. Tim SD Negeri 67 Pekanbaru pun mengikuti proses seleksi dari tiga lokasi berbeda.
Setelah melalui seluruh tahapan seleksi, hasil akhirnya membawa kabar membanggakan bagi Provinsi Riau. SD Negeri 67 Pekanbaru dan SD IT Mutiara Bengkalis ditetapkan sebagai Sekolah Sahabat Dasar Tahun 2026 dan akan mewakili Riau untuk mengikuti pembekalan tingkat nasional.
Liza menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia berharap kesempatan ini dapat semakin memperkuat komitmen SD Negeri 67 Pekanbaru dalam membangun sekolah yang aman, nyaman, berkarakter, serta mampu memberikan ruang belajar yang positif bagi anak.
“Alhamdulillah, akhirnya ada perwakilan Riau yang lolos untuk ditetapkan sebagai Sekolah Sahabat Dasar Tahun 2026, yaitu SD IT Mutiara Bengkalis dan SD 67 Pekanbaru untuk melaju ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Selanjutnya, para sekolah terpilih akan mengikuti pembekalan secara luring di Jakarta pada Agustus 2026. Dari seluruh Indonesia, nantinya akan dipilih dan dibekali sebanyak 80 sekolah.
Menurut Liza, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pembekalan akan dibawa kembali ke sekolah untuk kemudian diterapkan melalui berbagai aksi nyata.
Ia berharap program tersebut tidak hanya menjadi sebuah prestasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penguatan budaya sekolah.
“Harapannya, komitmen sekolah dan marwah sekolah yang ingin menciptakan sekolah yang aman dan berkarakter bisa semakin kuat. Tentunya kami akan mendapatkan pembekalan ilmu yang nantinya bisa memperkuat budaya sekolah yang selama ini sudah kami bangun secara positif, termasuk melalui terobosan-terobosan dan program baru setelah pembekalan,” pungkas Liza.(Jef/R)


















