Gerakan Green City SDN 194 Pekanbaru Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Pekanbaru (bersinarnews.com) – SD Negeri 194 Pekanbaru dengan Kepala Sekolah Rio Brahma Putra, S.Pd., terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan melalui berbagai program berbasis Adiwiyata dan Go Green.
Berlokasi di Jalan Uka, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, sekolah ini aktif mengembangkan budaya cinta lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu program unggulan yang menjadi motor penggerak kegiatan tersebut adalah Penggerak Green City (PGC). Program ini dirancang sebagai wadah bagi para siswa untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk keseriusan, SDN 194 Pekanbaru membentuk Posko PGC yang berfungsi sebagai pusat koordinasi kegiatan lingkungan. Para siswa juga menunjukkan kreativitas mereka dengan membuat kostum khusus PGC sebagai simbol kampanye peduli lingkungan yang mereka jalankan di sekolah.
Melalui program tersebut, para anggota PGC secara rutin melakukan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan, merawat tanaman, hingga mengajak teman-teman mereka untuk membiasakan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya penghijauan yang dilakukan sekolah tidak hanya berfokus pada lingkungan internal. Tim PGC juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak eksternal untuk memperluas wawasan dan praktik pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui kunjungan edukatif ke Fakultas Pertanian Universitas Riau guna mempelajari pengelolaan lingkungan dan penghijauan secara lebih mendalam.
Selain itu, sekolah juga memperoleh bantuan bibit tanaman dari SMK Kehutanan yang kemudian dimanfaatkan dalam kegiatan penanaman pohon di area sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan penghijauan yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang asri, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Tidak hanya fokus pada penghijauan, SDN 194 Pekanbaru juga menaruh perhatian besar terhadap pengelolaan sampah. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Bank Sampah untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif sekaligus bernilai ekonomis.
Berbagai fasilitas pendukung turut disediakan, seperti lubang biopori dan dropbox sampah yang ditempatkan di sejumlah titik strategis sekolah. Fasilitas tersebut menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik sejak dini.
Dalam mendukung pola hidup sehat, sekolah juga melaksanakan Program Kantin Sehat bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Program ini bertujuan memastikan makanan yang dikonsumsi siswa aman, sehat, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
Melalui program tersebut, para wali kelas secara aktif mengimbau siswa untuk membawa tumbler dan kotak makan dari rumah sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik dan mendukung budaya hidup sehat.
Kepala SD Negeri 194 Pekanbaru, Rio Brahma Putra, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh program lingkungan yang dijalankan merupakan bagian dari upaya membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap alam dan lingkungan sekitar.
“Program Green City ini bukan sekadar untuk meraih penghargaan, tetapi merupakan langkah nyata yang dilakukan bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan nyaman bagi generasi masa depan,” ujar Rio dalam keterangannya.
Menurutnya, pendidikan lingkungan harus menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa. Dengan keterlibatan aktif peserta didik dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga bumi sejak usia dini.
Melalui sinergi antara pihak sekolah, komite, guru, siswa, dan wali murid, SDN 194 Pekanbaru berhasil mengintegrasikan pendidikan akademik dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Gerakan Green City yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi contoh positif bagi sekolah-sekolah lain di Kota Pekanbaru dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.(Jef/R)



















