Pekanbaru, (bersinarnews.com) – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying kepada para pelajar sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan. Kegiatan yang mengusung tema “Stop Bullying, Wujudkan Bela Negara di Lingkungan Sekolah” ini mendapat sambutan antusias dari peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berempati, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi mengenai bahaya bullying serta pentingnya menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, tim mahasiswa menjelaskan pengertian bullying beserta berbagai bentuknya, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial hingga cyberbullying yang kini semakin marak terjadi seiring perkembangan teknologi digital. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya perundungan, baik dari lingkungan pergaulan, keluarga, maupun pengaruh media sosial.
Selain itu, peserta diajak memahami dampak negatif bullying yang tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga berpengaruh terhadap pelaku dan lingkungan sekolah secara keseluruhan.
Korban bullying berpotensi mengalami gangguan psikologis, kehilangan rasa percaya diri, kesulitan berinteraksi sosial hingga trauma berkepanjangan. Sementara itu, pelaku bullying berisiko mengalami masalah perilaku dan kesulitan dalam kehidupan sosial di masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim pemateri menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai bela negara. Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, serta menciptakan suasana yang damai dan harmonis merupakan bagian dari kontribusi generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian kepada negara dalam bentuk besar, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti sekolah. Ketika siswa mampu menciptakan lingkungan yang aman, saling menghargai, dan bebas dari perundungan, maka mereka telah mengamalkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu pemateri.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta terlihat aktif menyampaikan pendapat, pengalaman, serta gagasan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying di lingkungan sekolah. Mahasiswa juga mengajak para siswa untuk menjadi upstander, yakni individu yang berani membantu korban dan melaporkan tindakan perundungan, bukan sekadar menjadi penonton.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya budaya saling menghormati, toleransi, empati, dan kepedulian sosial dapat semakin meningkat. Dengan demikian, kasus bullying di lingkungan pendidikan dapat diminimalkan dan tercipta generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak baik, serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
Kegiatan ini mengusung slogan “Bersama, Kita Bisa Mengubahnya”, sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
Adapun mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Riau yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah:
Zaki Fawwaz Waljefsy (240302021)
Alfahreza Julio (240302012)
Muhammad Rifay Radika (240302024)
Fandy Permana (240302003)
Irwan Wijaya Lase (240302031)
Nailufar Chairunnisa (240302016)
Lisna Wulan Hazhari (240302029)
Lintang Rara Genies (240302020)
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda sebagai penerus bangsa. (Rais)


















