Pekanbaru (bersinarnews.com) – SD Negeri 42 Pekanbaru mengawali pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung konsep MPLS Ramah, yakni kegiatan yang mengedepankan suasana menyenangkan, aman, dan penuh kasih sayang bagi peserta didik baru.
Sebanyak 112 siswa baru mengikuti MPLS yang terbagi ke dalam empat rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel berjumlah 28 siswa.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, tenaga kependidikan, tata tertib, hingga budaya positif yang diterapkan di SD Negeri 42 Pekanbaru.
Kepala SD Negeri 42 Pekanbaru, Ria Anggraini, S.Pd, mengatakan kepada awak media bersinarnews.com bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa tekanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“MPLS Ramah bertujuan menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi anak-anak. Kami mengemas kegiatan dengan permainan edukatif, pengenalan lingkungan sekolah, serta pembiasaan karakter sehingga mereka merasa nyaman dan percaya diri saat memulai jenjang pendidikan dasar,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, guru kelas Rici Otavianti, S.Pd bersama para guru lainnya mendampingi peserta didik mengenal setiap sudut sekolah melalui kegiatan berkelompok. Anak-anak diajak berkeliling mengenal ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, fasilitas sekolah, serta berbagai aturan yang berlaku dengan metode yang interaktif.
Suasana ceria tampak menghiasi seluruh rangkaian kegiatan. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias, saling berkenalan dengan teman baru, serta belajar bekerja sama melalui berbagai permainan yang menumbuhkan rasa kebersamaan.
Ketua Panitia MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, Ali Agusman, S.Pd.Gr, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah merupakan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun tindakan yang tidak mendidik.
“MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun karakter peserta didik. Kami ingin anak-anak merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar SD Negeri 42 Pekanbaru, sehingga mereka dapat belajar dengan gembira sejak hari pertama,” ungkapnya.
Ia berharap melalui MPLS Ramah, peserta didik baru mampu beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan sekolah, menjalin hubungan yang baik dengan guru maupun teman sebaya, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, dan berprestasi.
Pelaksanaan MPLS di SD Negeri 42 Pekanbaru menjadi salah satu wujud implementasi pendidikan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Dengan pendekatan yang humanis dan menyenangkan, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman belajar pertama yang positif sebagai bekal bagi peserta didik dalam menempuh proses pendidikan di sekolah dasar.(Jef/R)


















