Pekanbaru (bersinarnews.com)— Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kota Pekanbaru digelar di Pondok Pesantren Dar El Hikmah (PPDH), Jalan Manyar Sakti KM 12, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–8 September 2026 tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Drs. H. Syahrul Mauludi, MA.
Dalam kegiatan tersebut, Kabag Kesra Kota Pekanbaru, Indra Maulana, turut hadir dan memberikan sambutan mewakili Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut memberikan sambutan Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, H. Zulfa Hendri, M.Pd. Kehadiran jajaran Kementerian Agama Kota Pekanbaru tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan OMI 2026 sebagai wadah pengembangan potensi dan prestasi peserta didik.
Turut hadir selaku Tuan rumah kegiatan tersebut Ketua Yayasan Nur Iman, H. Amrasul Abdullah, ST., MM., bersama dr. Rini Malayanti, serta Pimpinan Pondok Pesantren Dar El Hikmah, H. Amran Suardi Abdullah, SE., MM., bersama Ibu Pimpinan Pondok Pesantren Dar El Hikmah.
OMI merupakan ajang kompetisi sains dan riset yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ajang ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi, bakat, serta daya saing peserta didik di bidang ilmu pengetahuan dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai keislaman.
OMI terbuka bagi peserta didik dari jenjang MI/SD, MTs/SMP hingga MA/SMA atau sederajat, baik yang berasal dari madrasah maupun sekolah umum.
Pada 2026, OMI mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Pelaksanaan OMI 2026 dilakukan secara bertahap. Untuk bidang sains, kompetisi dimulai dari tingkat satuan pendidikan, kemudian kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional. Sementara itu, bidang riset memiliki tahapan tersendiri, mulai dari pengajuan proposal hingga final dan expo.
Seleksi OMI 2026 dilaksanakan secara daring menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) di lokasi yang telah ditetapkan oleh Komite OMI Kabupaten/Kota.
Pelaksanaan OMI tingkat Kota Pekanbaru di PPDH diharapkan menjadi momentum bagi para peserta didik untuk mengasah kemampuan akademik, kreativitas, inovasi dan sportivitas, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi.
Dukungan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Kabag Kesra Indra Maulana yang mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, bersama jajaran Kemenag Kota Pekanbaru, Yayasan Nur Iman dan pimpinan PPDH, menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan pendidikan, sains dan riset di kalangan generasi muda.
Dengan terselenggaranya OMI 2026, diharapkan para peserta tidak hanya mampu meraih prestasi dalam kompetisi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan akademik, kreativitas, inovasi, sportivitas, serta karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.(Jef/R)




















