Pekanbaru (bersinarnews.com)— Plt Kepala SD Negeri 132 Pekanbaru, Sofia Rita Yonata, S.Pd., menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan positif sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Sofia saat menerima awak media BersinarNews.com, Sabtu (26/10). Menurutnya, lingkungan sekolah yang positif harus dibangun melalui hubungan yang baik serta komunikasi yang terbuka antara guru, siswa, dan orang tua.
“Sekolah perlu membangun lingkungan yang aman dan nyaman dengan menciptakan suasana yang positif. Hubungan yang baik dan komunikasi terbuka antara guru, siswa, serta orang tua sangat penting,” ujar Sofia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh unsur yang ada di lingkungan sekolah, mulai dari guru hingga tenaga tata usaha (TU).
Menurut Sofia, kesinambungan kerja antara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dalam proses pembelajaran, sekolah juga harus terus mengarahkan perhatian pada efektivitas kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
Selain itu, pembinaan dan penilaian terhadap kinerja guru perlu dilakukan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan secara optimal sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme tenaga pendidik.
“Termasuk bagaimana kita mengoptimalkan sarana dan prasarana serta anggaran sekolah secara transparan dan tepat sasaran,” katanya.
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Guru
Sofia menambahkan, strategi peningkatan mutu sekolah harus melibatkan seluruh warga sekolah. Perencanaan berbagai program peningkatan mutu perlu dilakukan secara bersama agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru melalui pelatihan serta pembinaan secara berkala.
“Peningkatan mutu sekolah harus melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk dalam perencanaan program. Kompetensi dan profesionalisme guru juga perlu terus ditingkatkan melalui pelatihan berkala,” jelasnya.
Dari sisi lingkungan belajar, Sofia juga menekankan pentingnya penataan ruang kelas. Ruang belajar harus dibuat rapi, bersih, nyaman, dan ramah anak sehingga siswa merasa aman serta memiliki suasana yang mendukung proses belajar.
Ia juga mendorong agar aturan kelas disusun bersama siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pihak yang menjalankan aturan, tetapi turut merasa memiliki tanggung jawab terhadap ketertiban dan kenyamanan lingkungan belajar.
Penguatan Pendidikan Karakter
Selain aspek akademik, pendidikan karakter menjadi perhatian penting di tingkat sekolah dasar. Sofia menilai pembentukan karakter merupakan fondasi utama dalam pendidikan karena siswa sekolah dasar berada pada fase perkembangan moral yang sangat pesat.
Karena itu, penanaman nilai-nilai positif harus dilakukan melalui pembiasaan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
“Pembentukan karakter merupakan fondasi utama dalam pendidikan sekolah dasar. Pada tahap ini, siswa sedang berada dalam fase perkembangan moral yang sangat pesat sehingga diperlukan pembiasaan yang konsisten untuk menanamkan nilai-nilai positif,” tuturnya.
Menurutnya, sekolah dan keluarga harus berjalan beriringan dalam membentuk karakter peserta didik. Lingkungan sekolah menjadi tempat kedua setelah keluarga yang memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, serta kebiasaan baik pada diri siswa.
Ingatkan Siswa Jaga Kesehatan di Tengah Kondisi Udara
Di sisi lain, Sofia juga mengingatkan siswa untuk menjaga kesehatan, terutama dengan memperhatikan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru.
Ia mengatakan, kondisi udara perlu menjadi perhatian bersama mengingat sebelumnya aktivitas sekolah sempat terdampak akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya stabil, pihak sekolah terus mengingatkan siswa agar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara kurang baik.
“Kita selalu mengingatkan anak-anak agar jangan terlalu banyak bermain di luar ruangan dan tetap menjaga kesehatan. Siswa juga diingatkan untuk menggunakan masker sesuai anjuran pemerintah,” ungkap Sofia.
Ia menyebut langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian sekolah terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik. Edukasi kepada siswa juga terus dilakukan dengan melibatkan orang tua agar pengawasan terhadap aktivitas anak tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga ketika berada di rumah.
Sofia berharap sinergi antara sekolah dan orang tua dapat terus diperkuat. Dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, serta didukung pembentukan karakter dan komunikasi yang baik, ia optimistis kualitas pendidikan di SD Negeri 132 Pekanbaru dapat terus ditingkatkan.
“Lingkungan tempat bermain dan belajar siswa merupakan tempat kedua setelah keluarga yang memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan baik pada diri peserta didik,” pungkasnya.(Jef/R)



















