Pekanbaru, (bersinarnews.com) – SD Negeri 174 Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah Kota Pekanbaru menuju green city. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui program “1 siswa 1 polybag”.
Plt. Kepala SDN 174 Pekanbaru, Eza Rahmi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini telah diterapkan sejak Januari sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran kurikuler yang terintegrasi dengan materi tentang tumbuhan.
“Dari awal kita sudah instruksikan kepada seluruh siswa, satu siswa satu polybag. Ini bukan hanya sekadar menanam, tetapi berkesinambungan dengan kegiatan pembelajaran di kelas,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari persiapan sekolah dalam mengikuti program Adiwiyata tingkat kota. Dengan kondisi lingkungan sekolah yang luas, pihaknya optimistis dapat menanamkan nilai cinta lingkungan kepada siswa secara maksimal.
“Lingkungan dan lahan kita sangat mendukung, sehingga pembiasaan cinta lingkungan bisa dilakukan setiap hari. Harapannya, siswa memiliki karakter peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.
Antusiasme siswa terhadap program ini pun terlihat tinggi. Menurut Eza, sehari setelah instruksi diberikan, para siswa langsung membawa tanaman masing-masing ke sekolah.
“Anak-anak sangat antusias. Ini menunjukkan bahwa apa yang disampaikan sekolah mendapat respon positif,” tambahnya.
Ke depan, pihak sekolah berencana meningkatkan keterlibatan orang tua dalam program tersebut, mengingat saat ini partisipasi masih berfokus pada siswa.
Sementara itu, Ketua Kebun SDN 174 Pekanbaru, Titin Sumarni, S.Pd., mengatakan program ini telah berjalan sekitar dua bulan dengan berbagai jenis tanaman seperti cabai, tomat, bawang, dan jagung.
“Peran orang tua sangat penting dalam mendukung anak membawa tanaman. Kendala saat ini masih pada ketersediaan bibit,” ungkapnya.
Ia berharap program ini dapat menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa dalam mencintai lingkungan sejak dini.
Selain fokus pada program lingkungan, SDN 174 Pekanbaru juga mempersiapkan siswa kelas VI menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA). Dengan jumlah 73 siswa yang terbagi dalam tiga kelas, para guru telah melakukan koordinasi untuk memaksimalkan pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran matematika dan bahasa.
“Kami saling bekerja sama sesuai kelebihan masing-masing guru agar materi yang diberikan lebih optimal,” kata Eza.
Meski sempat menghadapi kendala jaringan saat simulasi, pihak sekolah berharap pelaksanaan TKA nantinya dapat berjalan lancar dan menghasilkan peningkatan nilai siswa.
SDN 174 Pekanbaru juga menyediakan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dan silat sebagai upaya pengembangan karakter siswa secara menyeluruh.(R)



















