Warga Blokade Jalan Menuju Akses Pembangunan Citraland, Ini Alasannya

- Writer

Senin, 21 Juli 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru (bersinarnews.com)- Terlihat ketegangan antara warga RW 4, RW 8, dan RW 9 Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, dengan pihak pengembang Perumahan Citraland sempat memuncak,Sabtu (19/7/2025). Warga dari tiga RW tersebut serentak melakukan aksi pemalangan Jalan Gulama menuju jalur masuk ke proyek pembangunan perumahan sebagai bentuk protes terhadap dampak buruk yang ditimbulkan oleh pembangunan perumahan Citraland tersebut.

Aksi blokade jalan ini dilakukan sejak pagi hari dan mendapat dukungan luas dari masyarakat sekitar yang selama ini mengeluhkan dampak pembangunan Citraland yang merusak rumah tinggal warga dan kondisi jalan lingkungan. Menurut pengakuan warga, sejumlah rumah mengalami retak serius bahkan mulai mengalami kemiringan struktur akibat aktivitas alat berat, truk molen dan kendaraan bertonase berat yang keluar masuk proyek setiap hari.

“Rumah saya sudah retak, lantai mulai miring. Ini bukan kerusakan biasa. Jalan kampung kami hancur karena truk-truk berat mereka. Tapi tidak ada ganti rugi, tidak ada tanggung jawab dari pihak pengembang,” ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi yang enggan disebut namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu Ketua RW menegaskan bahwa warga telah berusaha menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Bahkan, menurutnya, sudah beberapa kali dilakukan pembicaraan dan kesepakatan secara verbal antara pihak RW dengan perwakilan Citraland. Namun, janji-janji tersebut berkali-kali diingkari.

“Kami sudah lelah bicara baik-baik. Berkali-kali kami ajak bicara, mereka sepakat secara lisan untuk memperhatikan warga. Tapi kenyataannya, mereka tetap saja melanggar, kendaraan proyek terus masuk tanpa peduli dampaknya ke rumah-rumah kami,” terangnya dengan nada kesal.

Emosi warga makin memuncak ketika beberapa hari sebelumnya salah satu warga meninggal dunia. Di saat keluarga sedang berduka dan membutuhkan akses jalan yang lengang untuk keperluan jenazah, justru Jalan Gulama kembali dipadati truk-truk besar pengangkut material bangunan yang dipesan oleh pihak pengembang.

“Bayangkan, saat ada yang meninggal pun, mereka tetap mendatangkan truk besar. Jalan penuh macet, padahal kami butuh ketenangan dan kelancaran. Ini keterlaluan,” tambah warga lainnya.

Akibat kejadian tersebut, warga sepakat untuk memalang jalan. Sejak Sabtu pagi, tidak satu pun kendaraan proyek diperbolehkan melintasi Jalan Gulama, termasuk mobil molen, truk pengangkut material, maupun alat berat. Aksi ini berdampak langsung terhadap aktivitas pembangunan Citraland yang terpaksa dihentikan sementara waktu.

Data yang dirangkum di lapangan, situasi justru makin memanas ketika seorang pria yang diduga berafiliasi dengan pihak pengembang datang ke lokasi dan mengancam salah satu Ketua RW menggunakan senjata tajam. Aksi premanisme ini sontak memicu kemarahan warga. Beruntung, pria tersebut segera diamankan oleh aparat dari Polsek Bukit Raya dan saat ini tengah dalam proses pemeriksaan hukum.

Menanggapi situasi ini, Lurah Tangkerang Barat, Rusmanto, langsung turun tangan. Ia menyatakan siap menjadi mediator antara warga dan pihak pengembang agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara adil dan tidak merugikan masyarakat.

“Ini akan saya mediasi. Kita harus duduk bersama agar semua pihak mendapatkan haknya. Saya tidak ingin warga dirugikan, tapi juga ingin penyelesaian yang damai,” ujar Rusmanto.

Aksi warga ini menjadi simbol perlawanan terhadap pembangunan yang dianggap mengabaikan keselamatan dan hak-hak warga lokal. Warga berjanji tidak akan membuka blokade jalan sampai ada kejelasan tertulis dari pihak Citraland dan jaminan hukum dari pemerintah bahwa kerugian mereka akan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Jalan Gulama menuju akses pembangunan Citraland masih dipalang dan masih dijaga warga secara bergantian. (rls)

Berita Terkait

Polda Riau Perkuat Gerakan Bersama Tangani Karhutla Melalui Riau Cerah Presisi
Semarak HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Riau Gelar Baksos Bersama Ojol, Jukir dan Petugas Kebersihan
Pendidikan Kota Pekanbaru Masih Diselimuti Kabut Asap, PJJ Kembali Diterapkan
Siswa MA Darul Hikmah Raih Juara 2 OMI Bidang Biologi Tingkat Kota Pekanbaru
Diskusi Jurnalistik di PPDH, Santri Didorong Bangun Karakter Suara dan Personal Branding
SMP Negeri 13 Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring Terjadwal, Guru Tetap Hadir di Sekolah
Cegah Karhutla, Polresta Pekanbaru Edukasi Warga dan Bagikan Masker
Polda Riau Gunakan X Fire Tangani Karhutla di Lahan Gambut
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:05 WIB

Polda Riau Perkuat Gerakan Bersama Tangani Karhutla Melalui Riau Cerah Presisi

Jumat, 18 September 2026 - 13:07 WIB

Semarak HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Riau Gelar Baksos Bersama Ojol, Jukir dan Petugas Kebersihan

Kamis, 17 September 2026 - 20:32 WIB

Pendidikan Kota Pekanbaru Masih Diselimuti Kabut Asap, PJJ Kembali Diterapkan

Senin, 14 September 2026 - 17:39 WIB

Siswa MA Darul Hikmah Raih Juara 2 OMI Bidang Biologi Tingkat Kota Pekanbaru

Minggu, 13 September 2026 - 03:15 WIB

Diskusi Jurnalistik di PPDH, Santri Didorong Bangun Karakter Suara dan Personal Branding

Jumat, 11 September 2026 - 14:09 WIB

Cegah Karhutla, Polresta Pekanbaru Edukasi Warga dan Bagikan Masker

Jumat, 11 September 2026 - 14:00 WIB

Polda Riau Gunakan X Fire Tangani Karhutla di Lahan Gambut

Selasa, 8 September 2026 - 18:29 WIB

KKN UMRI Ajak Siswa Kenali dan Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah Desa Makmur Sejahtera

Berita Terbaru