Pendidikan Kota Pekanbaru Masih Diselimuti Kabut Asap, PJJ Kembali Diterapkan

- Writer

Kamis, 17 September 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru (bersinarnews.com)— Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi kualitas udara yang memburuk hingga berada pada kategori tidak sehat bahkan sangat tidak sehat mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengambil langkah untuk melindungi kesehatan peserta didik.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak buruk pencemaran udara akibat kabut asap terhadap kesehatan anak-anak.

Pelaksanaan PJJ mengacu pada Surat Edaran Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. H. Abdul Jamal, M.Pd., serta pemberitahuan dari Pemerintah Kota Pekanbaru yang disampaikan Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, S.E., M.M., bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru H. Markarius Anwar, S.T., M.Arch.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan ketentuan tersebut, pelaksanaan PJJ berlangsung mulai 15 hingga 19 September 2026. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang dapat membahayakan kesehatan peserta didik apabila pembelajaran tatap muka tetap dilakukan seperti biasa.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. H. Abdul Jamal, M.Pd., telah mengeluarkan surat edaran sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi kabut asap. Sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka juga diimbau agar meminta peserta didik menggunakan masker sesuai arahan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, S.T., M.Arch., menyampaikan bahwa pemerintah juga telah menyediakan masker melalui puskesmas terdekat. Orang tua dapat memperoleh masker tersebut untuk anak-anak sebagai salah satu upaya mengurangi risiko paparan kabut asap.

Ia menyebut kondisi asap yang terjadi saat ini sudah perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru merupakan asap kiriman dari wilayah selatan.

Kualitas Udara Kembali Memburuk

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pekanbaru, Miftahudin, M.PdI, saat ditemui awak media BersinarNews, Kamis (17/9/2026), turut menyoroti kondisi kualitas udara yang kembali memburuk.

Miftahudin mengatakan, berdasarkan data pemantauan kualitas udara sejak tengah malam oleh BMKG, terjadi penurunan kualitas udara yang berpotensi mengancam kesehatan peserta didik.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Pekanbaru menjadi fluktuatif. Setelah sempat berada dalam kategori sehat pada akhir pekan lalu, kualitas udara kembali memburuk dan masuk kategori tidak sehat.

“Dengan menurunnya kualitas udara, kondisi ini tentu mengancam kesehatan siswa,” ujar Miftahudin, M.PdI.

Menurutnya, kondisi kualitas udara tersebut menjadi salah satu dasar diterapkannya kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik di Kota Pekanbaru.

“Menjadi dasar pemikiran pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di Kota Pekanbaru ini. Dengan menurunnya kualitas udara, tentu berdampak pada aktivitas pembelajaran tatap muka sehingga siswa PAUD, SD, dan SMP terpaksa melaksanakan PJJ yang kembali terulang,” jelasnya.

Keselamatan Siswa Menjadi Prioritas

Miftahudin berharap kondisi kabut asap yang terjadi di Kota Pekanbaru segera berakhir sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pencemaran udara akibat kabut asap. Selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak.

“Kami berharap kondisi kabut asap ini segera berakhir. Kami mengajak masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pencemaran udara akibat kabut asap serta mengurangi aktivitas pembelajaran di luar ruangan sesuai imbauan Pemerintah Kota dan Dinas Pendidikan Pekanbaru,” tambahnya.

Menurut Miftahudin, kondisi tersebut menjadi dilema bagi dunia pendidikan karena keselamatan dan kesehatan peserta didik harus tetap menjadi prioritas, sementara kebutuhan pembelajaran juga harus tetap terpenuhi.

Karena itu, penerapan PJJ diharapkan tidak mengurangi kualitas pendidikan. Guru dituntut mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tetap menarik, menyenangkan, dan inovatif meskipun dilakukan dari jarak jauh.

“Dilema antara keselamatan dan kebutuhan peserta didik harus diatasi dengan penerapan sesuai petunjuk Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, di mana pembelajaran tetap menarik, menyenangkan, dan inovatif,” pungkasnya.

Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara belum kembali normal. Perlindungan terhadap kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama di tengah kondisi kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru.(Jheff/R)

Berita Terkait

Siswa MA Darul Hikmah Raih Juara 2 OMI Bidang Biologi Tingkat Kota Pekanbaru
Diskusi Jurnalistik di PPDH, Santri Didorong Bangun Karakter Suara dan Personal Branding
SMP Negeri 13 Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring Terjadwal, Guru Tetap Hadir di Sekolah
Cegah Karhutla, Polresta Pekanbaru Edukasi Warga dan Bagikan Masker
Polda Riau Gunakan X Fire Tangani Karhutla di Lahan Gambut
KKN UMRI Ajak Siswa Kenali dan Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah Desa Makmur Sejahtera
Tinggalkan Jejak untuk Desa, KKN Hadirkan Plang Nama Jalan, Plang Peringatan, dan Cermin Cembung Desa Makmur Sejahtera
Petinju Pelalawan Berhasil Meraih Mendali Emas, Perak dan Perunggu
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:32 WIB

Pendidikan Kota Pekanbaru Masih Diselimuti Kabut Asap, PJJ Kembali Diterapkan

Senin, 14 September 2026 - 17:39 WIB

Siswa MA Darul Hikmah Raih Juara 2 OMI Bidang Biologi Tingkat Kota Pekanbaru

Minggu, 13 September 2026 - 03:15 WIB

Diskusi Jurnalistik di PPDH, Santri Didorong Bangun Karakter Suara dan Personal Branding

Jumat, 11 September 2026 - 14:34 WIB

SMP Negeri 13 Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring Terjadwal, Guru Tetap Hadir di Sekolah

Jumat, 11 September 2026 - 14:09 WIB

Cegah Karhutla, Polresta Pekanbaru Edukasi Warga dan Bagikan Masker

Selasa, 8 September 2026 - 18:29 WIB

KKN UMRI Ajak Siswa Kenali dan Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah Desa Makmur Sejahtera

Selasa, 8 September 2026 - 18:25 WIB

Tinggalkan Jejak untuk Desa, KKN Hadirkan Plang Nama Jalan, Plang Peringatan, dan Cermin Cembung Desa Makmur Sejahtera

Selasa, 8 September 2026 - 16:16 WIB

Petinju Pelalawan Berhasil Meraih Mendali Emas, Perak dan Perunggu

Berita Terbaru