Kampar – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahfiz Al-Qur’an Juz 30, Juz 29, Juz 28, dan Juz 1 yang digelar UPT SD Negeri 016 Bukit Ranah, Kamis (18/6/2026). Sebanyak 22 siswa berhasil menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an dan mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat serta sarat makna.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh wali murid Program Tahfiz Khusus, pengawas sekolah, komite sekolah, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur pendidikan.
Prosesi wisuda diawali dengan kirab para wisudawan dan wisudawati yang berjalan memasuki lokasi acara dengan penuh percaya diri. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua yang menyaksikan langsung buah perjuangan putra-putri mereka dalam menghafal Al-Qur’an.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan yang memukau. Siswa kelas 1 dan kelas 2 mempersembahkan lagu Kaulah Ibuku yang berhasil menyentuh hati para hadirin. Sementara para wisudawan dan wisudawati menampilkan lagu Aku Ingin Jadi Hafiz Quran dan Sahabat Quran yang menggambarkan kecintaan mereka terhadap kitab suci Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut, Pengawas Sekolah, Komite Sekolah, dan Ketua K3S turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi UPT SDN 016 Bukit Ranah dalam mengembangkan program Tahfiz Al-Qur’an. Mereka menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan yang mampu melahirkan generasi Qurani sejak usia dini.
Selain penampilan lagu, para peserta juga menampilkan hafalan Al-Qur’an, syarhil Quran, pembacaan puisi, hingga drama berjudul Perpisahan Tidak Selamanya Abadi. Drama tersebut mengisahkan perjuangan seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya saat menunaikan ibadah di Tanah Suci. Dengan ketekunan menghafal Al-Qur’an, tokoh tersebut berhasil meraih prestasi sebagai penghafal 30 juz dan memperoleh hadiah umrah sehingga dapat kembali ke Makkah untuk mendoakan kedua orang tuanya.
Suasana haru semakin terasa saat lagu Kaulah Ibuku dikumandangkan. Pada momen tersebut, para ibu dipersilakan naik ke atas panggung untuk memeluk putra-putri mereka. Tangis haru pecah di antara para orang tua dan siswa yang larut dalam ungkapan kasih sayang serta rasa syukur atas pencapaian yang diraih.
Tidak hanya itu, para wisudawan juga mempersembahkan lagu Aku Ingin Jadi Hafiz Quran dan Impian Sahabat Quran yang kemudian dibalas oleh para orang tua melalui penampilan lagu dengan tema yang sama. Momen tersebut menjadi simbol kuat dukungan dan harapan orang tua agar anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an.
Puncak acara berlangsung saat prosesi pemasangan mahkota kepada orang tua oleh para wisudawan dan wisudawati. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan dan rasa terima kasih anak kepada orang tua atas segala pengorbanan, kasih sayang, pendidikan, serta doa yang tidak pernah putus diberikan selama ini.
Suasana semakin mengharukan ketika prosesi tersebut diiringi pembacaan puisi oleh Kepala UPT SDN 016 Bukit Ranah bersama salah seorang guru. Selanjutnya dilakukan pemasangan medali kepada para wisudawan sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan mereka dalam menghafal Al-Qur’an sesuai capaian masing-masing.
Kepala UPT SDN 016 Bukit Ranah, Dina Susanti, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para siswa yang telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an.
Ia berharap para wisudawan dan wisudawati dapat terus istiqamah menjaga hafalan serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi generasi yang mampu mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan.
Semoga mereka menjadi hafiz dan hafizah yang sukses dunia dan akhirat,” ujarnya.
Menurutnya, kebanggaan terbesar seorang guru bukan semata-mata melihat muridnya berhasil meraih jabatan atau kesuksesan materi, melainkan ketika mereka tumbuh menjadi pribadi yang dekat dengan Al-Qur’an.
“Kelak ketika anak-anak kami menjadi pemimpin, dokter, guru, camat, atau profesi lainnya, kami ingin dengan bangga mengatakan kepada dunia bahwa mereka adalah hafiz dan hafizah Al-Qur’an, anak-anak kami yang kami cintai dan banggakan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Wisuda Tahfiz ini, sekolah berharap semakin banyak peserta didik yang termotivasi untuk mencintai, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu menjadi kebanggaan keluarga, agama, bangsa, dan negara di masa depan.(R)


















