Pekanbaru (bersinarnews.com)— Pondok Pesantren Dar El Hikmah (PPDH) Pekanbaru terus mendorong pengembangan keterampilan dan potensi peserta didiknya melalui kegiatan pelatihan tata boga. Salah satunya melalui pelatihan Tata Boga: Produksi Roti yang akan digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Labor Tata Boga Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Jalan Manyar Sakti KM 12, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau.
Pelatihan ini menghadirkan Bapak Alsabar dari bagian Product Quality – Produksi Roti sebagai instruktur. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai proses pembuatan roti, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui konsep praktik langsung, peserta akan mendapatkan wawasan mengenai teknik produksi roti, sekaligus resep dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kegiatan tata boga. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan keterampilan yang bermanfaat serta menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan di bidang kuliner.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PPDH Pekanbaru dalam memperkuat pendidikan keterampilan di lingkungan pesantren. Selain pembelajaran keagamaan dan akademik, keterampilan praktis dinilai penting untuk membekali para santri agar memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan secara mandiri maupun sebagai peluang usaha di masa mendatang.
Pondok Pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru berada di bawah kepemimpinan H. Amran Suardi Abdullah, SE, MM selaku Pimpinan Pondok Pesantren. Sementara itu, Ketua Yayasan Nur Iman, H. Amrasul Abdullah, ST, MM, bersama dr. Rini Malayanti turut menjadi bagian dari lingkungan yayasan yang menaungi pengembangan pendidikan di PPDH.
Pelatihan produksi roti ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan praktik semata, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam membangun keterampilan produktif di lingkungan pesantren. Dengan adanya pengalaman langsung dari instruktur yang memiliki kompetensi di bidang produksi roti, peserta diharapkan mampu memahami proses pembuatan roti secara lebih profesional.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan para peserta. Dengan demikian, pendidikan di pesantren tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dan peluang di dunia kerja maupun usaha.(Jef/R)




















